Updated: Mon, 15 Jul 2013 09:21:44 GMT+7

Uang Muka KPR Naik 40-50 Persen Mulai 1 September

BI akan mengatur LTV hingga 50% untuk kredit pemilikan rumah dan apartemen kedua dan seterusnya mulai 1 September mendatang.

 

Persaingan untuk merebut pasar kredit pemilikan rumah (KPR) aromanya makin sengit. Hampir semua perbankan nasional maupun asing mulai menjajal gurihnya bermain di KPR. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) mengatur pertumbuhan KPR cukup tinggi sehingga mendorong terjadinya kenaikan harga yang jauh melebihi nilai fundamentalnya. Kenaikan harga ini turut menaikkan harga-harga rumah di tipe yang kecil.

Atas dasar tersebut BI mengatur Loan to Value (LTV) agar terhindar kredit macet dan bubble. Aturan LTV itu hingga 50% untuk kredit pemilikan rumah dan apartemen kedua dan seterusnya mulai 1 September mendatang. Regulasi tersebut membuat uang muka atau down payment (DP) hingga 50%.

Dalam keterangan rilisnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pengaturan dalam pengetatan LTV dilakukan untuk menjaga pertumbuhan kredit properti pada kondisi yang sehat. “Aturan LTV yang baru ini akan diberlakukan bagi KPR atau kredit pemilikan apartemen (KPA) kedua dan seterusnya,” ujarnya di Jakarta (11/7).

Saat ini, LTV kredit rumah yang berlaku yaitu 70%. Nantinya, BI akan mengenakan LTV untuk rumah kedua untuk tipe di atas 70 meter menjadi 60% atau uang muka yang dibayarkan minimal 40% dari harga rumah. Lalu, untuk rumah ketiga dengan tipe di atas 70 meter menjadi 50% dan seterusnya dikenakan LTV 50% atau uang muka minimal 50%.

Nah, bagi mereka yang mengambil KPA kedua untuk tipe hingga 70 m2 dikenakan LTV 70%. LTV meningkat untuk KPA ketiga dan seterusnya untuk tipe hingga 70 m2 dengan uang muka minimal 40%.

Lalu, KPA kedua dengan tipe di atas 70 m2 dikenakan LTV 60%. Adapun KPA ketiga dan seterusnya dikenakan LTV 50%. Kebijakan ini juga berlaku bagi rumah kantor dan rumah ruko kedua yakni LTV 70% dan ketiga serta seterusnya 60%.

Tak hanya itu, BI pun akan mengatur kepemilikan rumah milik suami dan istri. Yakni didasarkan identitas, pihak suami dan istri akan dihitung sebagai satu debitur. Tentunya, hal ini bisa dipisahkan bila suami dan istri mempunyai perjanjian pisah harta.

Aturan BI ini berlaku untuk rumah tapak, rumah susun, flat, dan apartemen. Namun tidak termasuk rumah toko serta rumah kantor. BI memperkirakan aturan ini dapat mempengaruhi 53,8% dari total KPR.

Regulasi BI Tentang Uang Muka yang Berlaku 1 September 2013

Kredit

LTV

DP

KPR rumah ke-2  >70 m2

60%

40%

KPR rumah ke-3  >70 m2

50%

50%

KPA apartemen ke-2 <70 m2

70%

30%

KPA apartemen ke-3 dst  <70 m2

60%

40%

KPA apartemen ke-2 >70 m2

60%

40%

KPA aparemen ke-3 dst  >70 m2

50%

50%

Kredit rukan/ruko ke-2

70%

30%

Kredit rukan/ruko ke-3 dst

60%

40%

Haryanto
Foto: Haryanto

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft