Updated: Fri, 28 Dec 2012 16:41:39 GMT+7

Lima Arsitek Indonesia Gelar Karya Terbaiknya

Kurator dan arsitek saat peresmian INDONESIAN EMERGING ARCHITECTURE 1.0

Kali pertama, lima arsitek Indonesia menggelar INDONESIAN EMERGING ARCHITECTURE 1.0. Karya-karya terbaiknya dalam pameran tersebut mengambil tema Dari, Di dan Ke. Melalui kreasinya para arsitek menuangkan berbagai ide kreatif sesuai dengan penafsiran mereka.

Bertempat di Galeri Nasional Indonesia, pameran tersebut diresmikan secara langsung oleh  Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan.  

Tubagus Sukmana, Ketua penyelenggara pameran Indonesia Emerging Architecture 1.0 mengatakan, Rencana semula diharapkan ada 12 arsitek yang akan memamerkan karyanya dalam bentuk menginstalasi.

“Meski tak sesuai harapan. Namun, kami cukup bangga dengan lima karya terbaik yang dipamerkan saat ini. Karya mereka dianggap menjanjikan bagi masa depan perkembangan arsitektur Indonesia,” Ucapkan Tubagus yang biasa disapa Andre. Lebih lanjut Andre berargumen, pameran yang berlangsung hingga 30 Desember 2012 ini diyakini mampu menjaring potensi para arsitek nasional.

Salah satu karya Ary Indra bertema Di mana tubuh berada, Ke mana tubuh akan menuju dan Dari mana tubuh akan berlalu

Pada kesempatan yang sama, Gunawan Tjahjono selaku Kurator Indonesia Emerging Architecture 1.0 juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, semua karya yang masuk merupakan pengembangan karya yang kreatif.

“Karya yang ditampilkan mampu menimbulkan kesan yang menarik. Ada sesuatu yang berbeda dari masing-masing karya yang dihasilkan dari lima arsitek,” terangkan Gunawan. Disini pula kurator mampu memahami bahwa untuk mencapai Di, selalu ada ruang Dari yang mendahuluinya dan ada ruang Ke yang menantikannya. Di sini menjadi titik tiba dan kemudian menjadi titik mula Dari sebagai proses awal menuju ruang Ke. Ruang Ke tergantung pada imajinasi sang pembuat karya.

Ke arah mana lima karya terpilih ini akan dikembangkan? Dalam hal ini kurator hanya lebih menjelaskan makna soal. Pengusul karya dapat menafsirkan lebih jauh mau ke mana mereka kembangkan karya masing-masing.

Penempatan karya masing masing peserta merupakan hasil suatu negosiasi antar peserta, sebagaimana setiap karya arsitektur, dan penempatan ruang keseharian oleh masyarakat, negosiasi senantiasa terjadi.

Dedy Mulyadi

Foto : Dok : Indonesia Emerging Architecture 1.0

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft